AS dan Demokratisasi Arab

Duta Masyarakat, 20 Juni 2005

Oleh A Fatih Syuhud

Amerika yang buruk di Vietnam menjadi lebih buruk di Irak. Bukanlah kebiadaban My Lai (Vietnam) yang mendefinisi imej buruk AS dewasa ini tetapi sadisme Abu Ghuraib. Namun demikian, versi kekejaman ini kemungkinan belum mencapai titik nadir. Titik nadir itu akan terlihat ketika pemerintah Bush, yang terdiri dari neokonservatif AS dan Israel, menyerang instalasi nuklir Iran, sebuah kemungkinan yang sudah disinggung Wapres Dick Cheney. Ia akan menjadi sebuah aksi yang kemungkinan bahkan akan membuat Tony Blair sekalipun merasa tidak nyaman.

Tetapi, akankah usaha “agung” AS-Israel untuk mengeliminasi WMD (weapons of mass destruction – senjata pemusnah masal) dan menabur demokrasi guna memenuhi mimpi mereka membentuk sebuah imperium Amerika itu berhasil? Atau, akankah hal ini menandai awal dari akhir status adi daya AS karena serbuan bom pada Iran akan memicu kemarahan pasukan etnik dan agama luar biasa dan tak terkontrol?

Seperti diketahui, sejak runtuhnya Uni Soviet, neokonservatif AS percaya bahwa telah tiba waktunya untuk menaklukkan dunia. Sebagai pembuka, mereka mulai dengan mempermainkan PBB dan mengacuhkan seluruh traktat internasional – dalam soal rudal balistik, global warming, perang kuman, ranjau, pengadilan kriminal internasional, konvensi Jenewa, dan lain-lain.
Akan tetapi, pelanggaran pada Konvensi Jenewa yang terbukti akan menjadi blunder berat AS. Begitu neokon memperkenalkan istilah “enemy combatants (petempur lawan),” tidak ada lagi aral yang menghambat militer dan interogator AS melakukan apa yang mereka suka. Dari sinilah awal mula terjadinya kekejaman di penjara Abu Ghuraib. Satu hal yang tidak disadari kalangan penyiksa itu adalah bahwa abad ke-21 ini jauh lebih terintegrasi karena kekuatan media dibanding pada era kolonialisme sebelumnya.

Seluruh imperium dibangun di atas kebrutalan. Namun demikian, barbarisme periode-periode sebelumnya umumnya tidak tampak. Hanya ketika insiden pembunuhan masal besar muncul ke permukaan, maka imperium berusaha menghentikan api kemarahan. Sedang insiden kecil secara rutin disembunyikan. Seperti yang dikatakan penulis biografi Curzon, David Gilmour, “ketika pribumi disiksa atau terkadang dibunuh oleh tentara mabuk, pelakunya hampir selalu mendapat hukuman ringan atau bahkan dibebaskan.”

Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi seandainya barbarisme dan pembunuhan masal terjadi di abad ini. Bahkan, Jenderal Dyer yang terkenal bengis pun akan menyadari konsekuensi fatal pada imperium Inggris apabila ada kemungkinan pemandangan tragis tertangkap kamera. Tetapi, sekalipun pembunuhan masal terjadi, imperium tidak akan dapat bertahan lebih dari tiga dekade, seperti yang sudah terjadi. Kegoncangan dan horor di seluruh dunia akan sangat besar. Salah satu nilai positif komunikasi audio-visual era modern adalah bahwa penyiksaan dan penindasan atas suatu negara yang dijajah tidak dapat bertahan lama.

Bahkan sejumlah kelompok gerilyawan Irak, yang salah satunya adalah Al Qaidah, bisa mendapat simpati karena melakukan perlawanan atas invasi AS di Irak. Mereka memiliki satu tujuan seperti yang dilakukan Vietkong tiga dekade lalu: bahwa negara adi daya berkekuatan nuklir sekalipun tidak akan bisa mengontrol urusan negara lain. Memang, milisi Irak atau kalangan komunis Vietnam bukanlah sekelompok orang-orang suci. Keduanya mewakili kekuatan totalitarian. Tetapi, mereka setidaknya bertempur di negara mereka sendiri atau di sebuah negeri di kawasan mereka melawan pasukan asing yang datang dari negara berjarak ribuan mil.

Sebelum sejumlah taktik gertakan yang dialamatkan ke Iran (kendati Irak masih tetap kacau) memicu sebuah “kekacauan diplomatik,” seperti peringatan Wapres Dick Cheney, AS mesti ingat satu hal bahwa pada puncak arogansinya pasca-akhir Perang Dingin, Washington pernah sesumbar bahwa AS mampu melakukan dua peperangan sekaligus. Ada juga klaim bahwa satelit AS memiliki kemampuan melihat seluruh dataran bumi sehingga mereka dapat membaca nomor plat mobil. Anehnya, AS tidak dapat menemukan Usamah bin Ladin dan pasukan Al Qaidah-nya yang melarikan diri ke Pakistan.

Alih-alih dapat melakukan dua peperangan sekaligus, AS malah tampak tidak mampu menyelesaikan peperangan dengan sebuah negara yang tidak memiliki WMD. AS juga tidak berani memerangi negara yang memiliki WMD (nuklir) – Korea Utara. Kesalahbacaan kemampuan diri dan sikap barbar pada tawanan bukanlah satu-satunya alasan buruknya citra AS.

Barbarisme ada di mana-mana, seperti di Rwanda dan Chechnya. Namun, walaupun tragis, kedua kasus ini merupakan konflik lokal, bukanlah akibat dari pembangunan imperium (walaupun pertempuran di Chechnya ada sedikit kemiripan). Selain itu, apabila insiden semacam itu cenderung tidak terkontrol lagi, maka komunitas internasional akan turun tangan seperti di Kosovo, atau meminta maaf kemudian hari karena tidak intervensi seperti dalam kasus Rwanda.

Terlanjur basah di Irak, AS tidak dapat keluar, karena kalau mundur tidak hanya hal itu akan membuka kembali luka lama kekalahannya di Vietnam, tetapi juga akan membuat Israel kuatir. Israel sangat berkepentingan melihat AS menaklukkan dunia, yang akan memungkinkannya memulai suatu “solusi final” dari “masalah” Palestina, dengan berpura-pura mundur dari Jalur Gaza sambil menyatakan tetap berhak menyerang balik apabila Tel Aviv curiga bahwa “teroris” Palestina masih mengendap-endap di sana, dan memecah belah Tepi Barat menjadi jalur-jalur lahan terpisah di tengah perkampungan luas Yahudi.

Sebagai bagian dari rencana itu, Ariel Sharon memberi AS sebuah peta identifikasi instalasi nuklir Iran, dengan isyarat implisit bahwa AS hendaknya mengebom instalasi itu sebagaimana Israel mengebom reaktor nuklir Irak yang mendapat anggukan kalangan neokon. Kekacauan di Irak telah merusak rencana itu.

Namun demikian, beragam kesulitan di Irak telah membuat AS (dan Israel) sedikit menahan diri karena sebuah adi daya tidak ingin dilihat terjebak dalam pusaran lumpur dan tampak bersusah payah melawan musuh-musuhnya dalam apa yang disebut sebagai poros setan. Masalahnya, semakin kita mencoba lepas dari pusaran lumpur, semakin dalam kita tenggelam.[]

*Penulis, Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Agra University, India

3 tanggapan untuk “AS dan Demokratisasi Arab

  1. Masyarakat dunia sebenanya sudah banyak yang mengetahui perilaku Ameika baik dari Politik dan Ekonomi yang selalu akan mencari dan mengincar keuntungan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang untuk kepentingan Amerika. Kritik dan Tulisan lebih tajam untuk membuat opini tentang Amerika , Maju terus mas … Kebenaran dan Keadalian selalu dan pasti jadi Pemenang

    Suka

  2. =’Brand New News Fr0m The Timber Industry!!’=

    ========Latest Profile==========
    Energy & Asset Technology, Inc. (EGTY)
    Current Price $0.15
    ================================

    Recognize this undiscovered gem which is poised to jump!!

    Please read the following Announcement in its Entierty and
    Consider the Possibilities�
    Watch this One to Trad,e!

    Because, EGTY has secured the global rights to market
    genetically enhanced fast growing, hard-wood trees!

    EGTY trading volume is beginning to surge with landslide Announcement.
    The value of this Stoc,k appears poised for growth! This one will not
    remain on the ground floor for long.

    KEEP READING!!!!!!!!!!!!!!!

    ===============
    “BREAKING NEWS”
    ===============

    -Energy and Asset Technology, Inc. (EGTY) owns a global license to market
    the genetically enhanced Global Cedar growth trees, with plans to
    REVOLUTIONIZE the forest-timber industry.

    These newly enhanced Globa| Cedar trees require only 9-12 years of growth
    before they can be harvested for lumber, whereas worldwide growth time for
    lumber is 30-50 years.

    Other than growing at an astonishing rate, the Global Cedar has a number
    of other benefits. Its natural elements make it resistant to termites, and
    the lack of oils and sap found in the wood make it resistant to forest fire,
    ensuring higher returns on investments.
    T
    he wood is very lightweight and strong, lighter than Poplar and over twice
    as strong as Balsa, which makes it great for construction. It also has
    the unique ability to regrow itself from the stump, minimizing the land and
    time to replant and develop new root systems.

    Based on current resources and agreements, EGTY projects revenues of $140
    Million with an approximate profit margin of 40% for each 9-year cycle. With
    anticipated growth, EGTY is expected to challenge Deltic Timber Corp. during
    its initial 9-year cycle.

    Deltic Timber Corp. currently trades at over $38.00 a share with about $153
    Million in revenues. As the reputation and demand for the Global Cedar tree
    continues to grow around the world EGTY believes additional multi-million
    dollar agreements will be forthcoming. The Global Cedar nursery has produced
    about 100,000 infant plants and is developing a production growth target of
    250,000 infant plants per month.

    Energy and Asset Technology is currently in negotiations with land and business
    owners in New Zealand, Greece and Malaysia regarding the purchase of their popular
    and profitable fast growing infant tree plants. Inquiries from the governments of
    Brazil and Ecuador are also being evaluated.

    Conclusion:

    The examples above show the Awesome, Earning Potential of little
    known Companies That Explode onto Investor�s Radar Screens.
    This s-t0ck will not be a Secret for long. Then You May Feel the Desire to Act Right
    Now! And Please Watch This One Trade!!

    GO EGTY!

    All statements made are our express opinion only and should be treated as such.
    We may own, take position and sell any securities mentioned at any time. Any
    statements that express or involve discussions with respect to predictions,
    goals, expectations, beliefs, plans, projections, object’ives, assumptions or
    future events or perfo’rmance are not
    statements of historical fact and may be
    “forward,|ooking statements.” forward,|ooking statements are based on expectations,
    estimates and projections at the time the statements are made that involve a number
    of risks and uncertainties which could cause actual results or events to differ
    materially from those presently anticipated. This newsletter was paid $3,000 from
    third party (IR Marketing). Forward,|ooking statements in this action may be identified
    through the use of words such as: “pr0jects”, “f0resee”, “expects”. in compliance with
    Se’ction 17. {b), we disclose the holding of EGTY shares prior to the publication of
    this report. Be aware of an inherent conflict of interest resulting from such holdings
    due to our intent to profit from the liquidation of these shares. Shar,es may be sold
    at any time, even after positive statements have been made regarding the above company.
    Since we own shares, there is an inherent conflict of interest in our statements and
    opinions. Readers of this publication are cautioned not
    to place undue reliance on
    forward,|ooking statements, which are based on certain assumptions and expectations
    involving various risks and uncertainties that could cause results to differ materially
    from those set forth in the forward- looking statements. This is not solicitation to
    buy or sell st-0cks, this text is or informational purpose only and you should seek
    professional advice from registered financial advisor before you do anything related
    with buying or selling st0ck-s, penny st’0cks are very high risk and you can lose your
    entire inves,tment.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s