Tragedi Rusia dan Wawancara dg Ustadz Izam

Tragedi teror di Rusia telah membuat hati kita begitu
terenyuh. Bencana kemanusiaan yg terjadi begitu
mengiris kalbu. Apalagi yg menjadi korban separuhanya
adalah anak-anak. Dan, lagi, pelaku2nya adalah muslim
Chechnya. Ini semakin menambah imej Muslim dan Islam
semakin terpuruk di mata dunia. Adakah semua itu ada
hubungannya dg ajaran Islam ataukah hanya masalah
politik. Untuk ini saya mewancarai salah seorang tokoh
agama (Ustadz) KBRI New Delhi, Bapak Zamhasari.
Wawancara berjalan dg santai dan asik karena beliau
ustadz muda yg humoris (kalau tertawa kencang banget).
Berikut petikannya:

Tanya: Gimana menurut pendapat Bapak tentang tragedi
teror di Rusia?

Jawab: (sambil mengepalkan tangan) Sebuah tragedi
kemanusiaan yg patut dikutuk oleh seluruh umat manusia
yg waras!

Tanya: Menurut Presiden Putin, pelakunya diduga
dilakukan oleh pemberontak Chechnya yg muslim. Apakah
aksi ini dibolehkan atau bahkan dianjurkan oleh Islam?
Jawab: (sambil menggebrak meja) Siapa bilang?!! Anda
jangan ngawur!!! Nanti kutampar kau!!! (wah ustadz yg
satu ini kalau lagi marah ‘nggilani’ kata orang jawa)

Tanya: Lho, mbok ya jangan emosi gitu donk Pak. Saya
kan cuma nanya.
Jawab: Iya nanya ya nanya tapi jangan dg menghakimi
macam gitu. Jadi begini saudara, Islam adalah ajaran
yg agung. Presiden Bush sendiri berkata begitu pada
saat 11 September 2001 menyusul terjadinya tragedi di
New York. Kata Bush, Islam yg agung telah dibajak oleh
sekelompok bandit fundamentalis. Jadi harus dibedakan
antara Islam dan penyelewengan yg dilakukan oleh
Muslim. Ini juga terjadi dalam pemeluk agama lain,
kok.

Tanya: O gitu ya pak. Terus gimana hukumnya melakukan
teror dalam Islam?
Jawab: Islam tegas dalam hal ini. Menurut sabda Nabi,
membunuh satu nyawa sama dengan membunuh umat manusia
seluruhnya. Membunuh juga salah satu dosa besar dalam
Islam, sebagaimana berzina, berjudi dan minum alkohol.

Tanya: Dunia sangat teriris hatinya ketika menyaksikan
tayangan para sandera yg keluar dg tubuh yg kurus
karena tidak makan dan minum selama 3 hari.
Jawab: Iya, saya juga merasa terenyuh. Sungguh biadab
para teroris itu. Tidak ada perjuangan yg menghalalkan
segala cara.

Tanya: Maksud Bapak?
Jawab: Iya, menurut para analis, orang Chechnya inikan
berbuat itu untuk menuntut kemerdekaan negaranya.
Perjuangan untuk merdeka itu benar. Tapi cara yg
dilakukan itu salah, baik menurut Islam maupun hukum
universal.

Tanya: Ngomong-ngomong, badan Bapak kok kurus sekali.
Mirip sekali dg tubuh para sandera yg tidak makan
minum tiga hari tiga malam itu. Mengapa?
Jawab: (sambil tertawa ngakak) Hahaha bisa aja situ!
Saya kurus ini kan karena emang lagi diet. Ini rahasia
ya, off the record, saya memang bernadzar dalam hati
akan melakukan diet sampai saya menikah nanti.

Tanya: Lho, Bapak kan terkenal sebagai ustadz muda di
Kbri. Mengapa gak menikah? Kan mudah bagi Bapak untuk
meminang gadis-gadis KBRI atau mahasiswi2?
Jawab: Yah sapa pikir begitu. Ternyata tidak. Di India
ini persentase pria-wanita Indonesia tidak imbang.
Bisa dikata 10 banding 1. Jadi, yg cepat dia yg dapat.
Saya kan ustadz, mana mungkin saya ikut-ikutan lomba
ngejar cewek. Gengsi, dong!

Tanya: Lho, kalau bapak tidak ikutan ngejar, jadi
kapan menikahnya?
Jawab: Hm, betul juga yah. Yah, mungkin saya akan
minta bantuan “ngah” untuk mencarikan gadis yg cocok
dan pas buat saya (“Ngah” adalah panggilan Ustadz Izam
pada abangnya Rozi, mahasiswa Aligarh, yg dikenal
“aktif” dalam soal kejar-kejaran).

Tanya: Jadi, kapan Bapak menikah?
Jawab: (marah) Ahhh, Anda ini terlalu mencampuri
urusan pribadi saya, pergi sana!

Karena ustadz Izam tampak sudah marah besar, saya
tutup wawancara dgnnya sambil tak lupa mengucapkan
terima kasih dan pamit.

5 Sep 04

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s