Sportmanship: Graceful in Defeat, Magnanimous in Victory

Tadi malam saya kedatangan tamu terhormat yaitu pengamat politik dan olahraga PPI India, Sdr. Asnadi Hasan. Kami berdiskusi panjang tentang berbagai hal, termasuk soal Aceh, Takengon, GAM dan MoU. Obrolan panjang yg ditemani isapan rokok dan segelas chai itu,
seperti biasa, sangat mengasyikkan.

Namun, yg paling menarik adalah ketika Asnadi mulai membahas tentang pemain cricket asal Trinidad (West Indies), Brian Lara, yang baru saja memecahkan rekor sebagai the leading run scorer of all time in Test Cricket. Dan oleh banyak pengamat cricket dunia Brian Lara dianggap sebagai the best and the most quixotic cricketer of all time.

Penasaran, saya pun melihat siaran highlight pertandingan antara tim Australia dan West Indies tsb pada malam harinya.

Ada suasana menarik saat Brian Lara mencapai run score 215, yang menandai terlewatinya rekor leading run scorer sebelumnya yg dipegang oleh Allan Border dari Australia. Penonton di stadium Adelaide, Australia (baca: bukan pendukung Brian Lara) serentak berdiri memberikan standing ovation (tepuk tangan serempak sambil berdiri dalam beberapa menit, ini bentuk
penghargaan tertinggi yg diberikan penonton); tim criket Australia juga secara sportif memberikan applause. Pada saat yg sama, Brian Lara yg sedang menikmati kemenangan dan kemegahan saat itu mengangkat tangan dg raut muka gembira tapi tidak berlebihan.

Itulah yg disebut dalam bahasa Inggris dg sikap sportmanship, atau sportif dalam bahasa kita. Penonton Australia sebenarnya ingin melihat pemain atau timnya sendiri yg menang dan mencapai kemegahan itu. Tapi, itu tidak menutup hati mereka untuk memberi penghargaan pada “musuh”nya apabila memang berhak mendapatkan apresiasi itu.

Begitu juga, tim Australia–sebagaimana tim olahraga manapun–bertanding untuk menang. Selain itu, tim cricket Australia adalah tim yg dikenal paling kompetitif dan karena itu dalam dekade terakhir mendominasi dan selalu menempati ranking tertinggi. Tentu “sakit” melihat pemain dari tim lain yg mendapat penghargaan. Apalagi, Brain Lara “merampas” rekor itu
dari Allan Border, pemain cricket pujaan mereka. Namun, hal itu tidak menghalangi mereka untuk respek dan mengapresiasi prestasi yg dicapai Lara.

Di sisi lain, Brian Lara, seperti halnya figur-figur besar dalam sejarah, memandang suatu pencapaian hanyalah tahapan menuju pencapaian berikutnya yg lebih tinggi.Tidak perlu disikapi secara berlebihan, walaupun tetap harus disyukuri. Dan karena itu, figur semacam ini selalu mencapai hal-hal yg belum pernah dicapai sebelumnya.

Dalam dunia olahraga, sikap yg ditunjukkan penonton dan tim Australia yg ikut bahagia dg keberhasilan Brian Lara; dan sikap Lara yg tidak berlebihan dalam menyikapi kesuksesan adalah sikap sportmanship yg selalu “graceful in defeat & magnanimous in victory” (berlapang dada ketika “kalah”, dan tidak berlebihan serta tetap terkontrol ketika “menang”).

Suatu sikap yg secara universal diakui sebagai mengandung nilai karakter moral tinggi. Dan karena itu, patut diimplementasikan dalam kehidupan keseharian kita.***

3 tanggapan untuk “Sportmanship: Graceful in Defeat, Magnanimous in Victory

  1. Bagus sekali postingnya. Memang kita harus banyak belajar dari sportivitas para juara olah raga. Banyak yang bisa digali untuk meningkatkan sikap bijak kita dalam kehidupan.

    BTW, saya dulu pernah “diajari” cara menikmati pertandingan cricket sewaktu di India. Ternyata cricket itu olah raga yang asyik juga, tidak kalah dari sepak bola. Malah seringkali ketegangannya mirip kalau dua tim basket yang sama kuat beradu. Waktu itu ada bintang cricket India yang namanya Tendulkar atau siapa yang lagi ngetop dan dipuja-puja. Di negara non jajahan Inggris seperti Indonesia, sayangnya cricket tidak populer.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s