CPNS PASURUAN Jawa Timur (Jatim)

17 Juni 2007
CPNS Bunuh Diri Terlilit Ekonomi

PASURUAN— Tragis yang dilakukan Naseri (44), warga Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Ia mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Sabtu (16/6) pagi. Bapak empat anak tersebut nekat melakukan cara pintas, dugaan akibat dana persyaratan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan terlilit ekonomi keluarganya. Sementara keempat anaknya masih membutuhkan biaya untuk sekolah.

Tubuh Naseri yang sudah tak bernyawa masih menggunakan kaos oblong dan celana coklat, ditemukan anak sulungnya dan saudaranya saat berada di kamar mandi dalam kondisi menggantung menggunakan tali warna merah yang diikatkan di atap. Setelah diturunkan, tubuh CPNS itu, langsung dilarikan ke RSUD dr Soedarsono, Kota Pasuruan.
Dari pemeriksaan petugas berdasarkan visum rumah sakit, di tubuh Naseri tidak ditemukan adanya pemukulan benda ataupun penganiayaan. Jenazahnya oleh perangkat desa dan keluarga langsung dibawa pulang untuk dimakamkan. ”Jika dilihat dari hasil pemeriksaan, memang Naseri melakukan aksi gantung diri. Hal ini terlihat dari kondisi jenazahnya,” ujar seorang petugas bagian kamar mayat RSUD.
Beberapa tetangganya mengatakan, semasa hidupnya Naseri baik dengan para tetangganya. Meski keluarga itu tidak pernah mengeluh masalah ekonomi. Namun, rekannya merasa terkejut jika pria lugu itu nekat mengakhiri hidupnya dengan cara singkat. Bahkan, sebelum mengakhiri hidupnya, CPNS yang sudah mengabdikan di kantor Pasar Warungdowo selama 15 tahun ini, nampak biasa.
Menurut Akhmadi yang masih keluarga Naseri menuturkan, jika persoalan yang dihadapi korban karena terlilit dana untuk mengurusi persyaratan untuk masuk di PNS yang biayanya dirasakan cukup besar ditambah dengan biaya anak sulungnya yang akan melanjutkan sekolah ke SLTA. ”Mungkin persoalan biaya yang dirasa cukup besar, hingga membuatnya melakukan cara pintas,” ujar Akhmadi.
Dia menjelaskan, selama menjadi pegawai honorer di kantor Pasar Warungdowo, saudaranya itu tidak pernah menemui masalah yang pelik. Persoalan ekonomi juga dibantu istrinya yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Mojokerto. ”Akhir-akhir ini dia terlihat bingung dan murung akibat persoalan biaya anaknya dan untuk mengurusi syarat PNS yang biayanya sekitar Rp 500 ribu,” katanya lagi. (zi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s