CPNS Pemkab Lamongan Pertanyakan SK

Catatan dari Pemkab Lamongan-Peserta Lolos CPNS Pertanyakan SK

Setelah 9 bulan melakukan tes CPNS, nyatanya hingga kini mereka yang dinyatakan lolos tak juga turun SK. Kini mereka berharap cemas. Adakah yang salah?

SEBANYAK 507 peserta tes CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di lingkungan Pemkab Lamongan pertanyakan SK pengangkatan. Sejak dilaksanakan tes 9 bulan lalu, hingga kini SK pegangkatan menjadi CPNS mereka belum turun.
”Kami tidak tahu, kenapa sampai berlama-lama seperti ini. Padahal, pelaksanaan tes sudah berlangsung pada Pebruari lalu,” kata seorang peserta yang lolos tes CPNS tersebut, Sabtu (11/11).

Desakan para peserta ini bisa dimaklumi. Karena, biasanya proses menerbitan SK para CPNS tak sampai berlarut-larut seperti sekarang ini. ”Tapi kenapa sekarang tampaknya lain dari biasanya,” tanya peserta lainnya.
Sebelumnya, dari 583 kuota penerimaan CPNS Kab Lamongan, hanya terisi 507. Pasalnya, terdapat 70 kuota yang tidak terisi dan karena 6 peserta lolos tes CPNS tapi akhirnya terpaksa mengundurkan diri karena tidak bisa memenuhi syarat administrasi.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kab Lamongan, Drs. Soemarsono MM menjelaskan, lambannya turunnya SK bagi peserta yang lolos tes CPNS itu bukan dialami oleh daerah Lamongan saja, tapi bersifat nasional.
Dimungkinkan, lanjutnya, lambannya turunnya SK tersebut terkait dengan rumitnya dalam pendataan. ”Kemungkinan besar karena rumitnya pendataan data base Men-PAN,” tegasnya pada Duta, Sabtu (11/11).
Saat disinggung lebih jauh, ia berjanji akan mengklarifikasi persoalan tersebut ke pusat. ”Minggu depan kami akan tanyakan persoalan tersebut ke Jakarta.
Masih soal rekrutmen CPNS, Soemarsono menjelaskan, pada 2006 ini Pemkab Lamongan mendapat kuota pengangkatan 980 tenaga honorer menjadi CPNS. Hanya saja, pihaknya belum mendapat kepastian, kapan pengangkatan tersebut dilakukan. ”Jadi khusus untuk tenaga honorer,” tegasnya.
Menyinggung tenaga honorer ini, Soemarsono mengaku, pihaknya mengusulkan 3.576 honorer untuk dimasukkan ke data base Men-PAN. Tapi sayang, dari usulan itu, hanya diterima 2.596. Sehingga, ada 980 tenaga yang tidak masuk data base Men-PAN. Jumlah tersebut tersebar di Dinas P dan K sebanyak 462 tenaga, Dinas Kesehatan 59 orang, tenaga strategi 135 orang dan tenaga administrasi 324 orang.
Menyinggung data yang ditolak Men-PAN itu, pihaknya sudah minta masing-masing unit kerja terkait untuk dilakukan validasi. ”Setelah datanya valid, akan kami usulkan lagi kemiskinan dan pengangguran Men-PAN,” tegasnya. (ka)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s