Visi dan Kerja Keras

Visi dan Kerja KerasManusia sejak dia masih usia anak-anak sampai usia dewasa memiliki ciri-ciri watak inheren yg oleh Filsuf asal Austria Sigmund Freud dalam karya magnum opusnya “The Interpretation of Dreams” dibagi menjadi tiga: Id, Ego dan Superego.

Id adalah watak yg dipenuhi dg insting primitif yg kemudian berkembang menjadi ego yg berfungsi sebagai sensor insting primitif kita dan cenderung melihat dunia dg nuansa dan pertimbangan yg lebih besar. Ini terjadi ketika kita sudah mulai tumbuh dewasa. Ego-lah yg mengatur mental kita supaya tidak terlalu agresif, sombong, dll. Sedang superego adalah nurani, kata hati. Dg kata lain, superego merupakan “sifat kenabian” yg ada dalam diri kita.

Ketiga unsur sikap mental kita ini akan terus bertarung dalam keseharian hidup kita. Menurut Leslie Stevenson dalam bukunya “Seven Theories of Human Nature” (Oxford University Press, 1987) dalam proses ‘pertarungan’ antara ketiga unsur inilah, maka akan tampak mana unsur yg dominan dan mana yg tidak. Hal ini bisa dilihat dari sikap kesehariannya. Dari sini kita melihat bermacam-macam karakter manusia di sekitar kita dg bebagai kekurangan dan kelebihannya,
termasuk dalam hal ini diri kita sendiri.

Kendatipun dg berbagai perbedaan karakter yg disebabkan oleh equasi ketiga unsur di atas, namun ada kesamaan umum dalam diri manusia yakni keinginan kuat untuk menampakkan eksistensi diri. Keinginan untuk eksis dan lebih dari yg lain inilah yg memotivasi diri kita untuk berambisi mendapatkan pencapaian-pencapaian yg kalau bisa melebihi dari yg lain. Dari sinilah mengapa orang suka kalau mencapai “prestasi” tertentu yg tidak atau jarang dicapai oleh yg lain.

Semua orang ingin mencapai prestasi atau pencapaian gemilang yg sudah menjadi konsensus dalam nilai2 kemanusiaan. Prestasi umum yg diinginkan seperti menjadi kaya, menduduki jabatan tertinggi, nilai yg tertinggi , gelar kesarjanaan tertinggi, level intelektualitas yg diakui (bagi mahasiswa, intelektual, cendekiawan), dll.

Hampir semua manusia normal memiliki dasar keinginan semacam itu. Akan tetapi seberapa kuat keinginan itu akan bisa kita lihat dari implementasi kesehariannya. Banyak yg ingin kaya, ingin pintar atau ingin terkenal tetapi tidak mau kerja keras atau tidak berbuat apa-apa yg menuju ke arah cita-cita itu. Padahal hukum alam jelas mengatakan bahwa “any achievement has to be earned”. Segala pencapaian harus melalui proses yg dihasilkan dari apa yg kita kerjakan, bukan dari apa yg kita impikan atau katakan.

Satu hal yg tak kalah pentingnya adalah dalam proses mencapai suatu achievement tsb. kita mesti memiliki visi, spectrum, wawasan dan horizon berpikir. Inilah salah satu kunci mengapa terkadang ada seseorang yg dalam waktu singkat dapat dg cepat mencapai keberhasilan, baik di bidang jabatan, ketenaran maupun materi; sementara di sisi lain kita melihat banyak
orang yg bekerja begitu keras puluhan tahun tapi prestasinya begitu lambat. itulah pentingnya visi. Dalam level seorang negarawan asia tenggara, Mahathir Mohamad termasuk negarawan yg memiliki visi yg paling brilian dibanding negarawan lain, dan kita lihat sendiri hasilnya bagaimana Malaysia bisa melebihi negara2 lain di kawasan asean. Bagaimana cara memiliki visi cemerlang? Banyaklah membaca: membaca situasi, membaca fenomena yg terjadi, membaca buku, berdiskusi dan bergaul dg siapa saja.

Dan yg tak kalah penting lagi: belajarlah untuk rendah hati, humble dan flexible. Tidak ada yg akan menjadi korban dari kesombongan kita kecuali kita sendiri. Dg sombong kita menjadi malu bertanya pada yg lebih muda dari kita, menjadi malu untuk memulai belajar hal baru yg dimiliki oleh rekan kita yg lebih muda, selalu takut “eksistensi” kita akan jatuh.

Kesombongan tidak hanya dimiliki oleh seorang preman pasar, kesombongan bahkan sering bersarang di hati seorang yg suka dipanggil dg Ustadz, Kyai, Pendeta yg sehari2 sering menyebut nama Tuhan. Humility will cost you nothing, it’ll pay you off, instead.[]

New Delhi, 18 Juni 2004
www.fatihsyuhud.com

6 tanggapan untuk “Visi dan Kerja Keras

  1. banyak sekali orang yang ingin cepat kaya tanpa kerja keras
    banyak ang menjual mimpi
    baik di luar sana maupun di dunia internet
    iming2 serta janji yang ditawarkan ternyata kadang hanya kosong belaka.
    kita harus krja keras untuk itu bukan hanya berharap saja,berharap terus tanpa usaha

    Suka

  2. Post yang sangat berharga. Saya pun sedang dalam proses untuk membangun visi hidup yang benar dan berusaha mencapai mimpi-mimpi dan cita-cita dengan kerja keras. Namun sering kali sampai di titik jenuh ketika kita bimbang untuk melakukan apa dan berjalan ke arah mana.

    Suka

  3. Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Salam Sejahtera Bagi KIta Semua.

    Selamat Menunaikan Ibadah Puasa, Bagi Kita Semua yang Menjalankannya.

    Terimakasih Mas Fatihsyuhud atas artikelnya, Walaupun mungkin sempat tercecar, atau belum sempat mungkin juga sudah terpublikasikan artikel tsb. Alhamdulillah saya baru bisa membacanya & mengambil hikmah positifnya.

    Mas Wibisono Sastrodiwiryo & Nurhana Tirtaamijaya yang baik hati salam kenal & salam hangat dari saya.

    Wassallam,
    yo2e

    Suka

  4. Artikel ini sangat bagus dan mampu menjelaskan terbentuknya karakter seseorang….Saya ingin tambahkan, menurut penelitian para ilmuwan di Amerika pada abad 21, Superego yang menurut Sigmund Freud merupakan suara hati nurani manusia, sekarang telah dideteksi berada di otak manusia dan diberi nama God Spot/Titik Tuhan…..
    God Spot atau Superego itulah yang membuat manusia secara universal mendambakan : Kejujuran, keadilan, kasih sayang, cinta kasih, empati, keindahan, kenyamanan, kesabaran dan sejenisnya….
    Dan menurut versi ESQ LC, God Spot dan Superego itulah yang menyebabkan semua manusia selalu mendambakan Sang Maha Jujur, Sang Maha Adil, Sang Maha pengasih dan penyayang, Sang Maha Indah, Sang Maha Sabar….Dialah Tuhan Yang Maha Esa…

    Suka

  5. 18 juni 2004?
    Artikel ini sudah pernah dipublish sebelumnya?
    Saya juga punya 2 Blog, apakah baik melakukan cross posting di Blog kita? Atau ini hanya artikel yang tercecer karena pindahan dari Blogspot kemarin? sorry komentarnya OOT.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s