Mau Jadi Pengusaha Sukses? Tak Usah Kuliah!

Setidaknya itu menurut Bob Sadino, pengusaha kenamaan, saat memberi orasi di Udinus. Menurut dia, seperti yang dilansir Jawa Pos (18/12/07) universitas tidak mengajarkan kita untuk bekerja atau membuat pekerjaan. Universitas, menurut dia, hanyalah tempat pembodohan. Jangan pernah berharap jadi pengusaha sukses hanya dengan mengandalkan sederetan gelar S1, S2 dan S3. “Paling banter Anda akan jadi kuli,” begitu katanya mantap.

Saya setuju dan tidak setuju dengan pendapat Bob Sadino di atas. Setuju, kalau kita kuliah dengan harapan jadi kaya adalah salah jalur. Kuliah, atau belajar, adalah proses pencerdasan. Perluasan wawasan dan, dengan demikian, diharapkan kita akan menjadi “manusia yang lebih baik.”

Dengan demikian, saya tidak setuju dengan anjuran Bob Sadino agar kita tidak usah kuliah.
Belajar setinggi mungkin tidak salah. Yang salah kalau kita belajar sampai gelar tertinggi dengan harapan ingin jadi kaya. Jelas itu bukan jalurnya. Dengan kata lain, itu bukan jalur yang “lazim” untuk menjadi kaya. Seorang dengan gelar doktor atau PhD hanya–berdasar titel–hanya akan menjadi pegawai. Pegawai tinggi atau rendah sama saja. Ia tetap pegawai, kuli. Titik. Kalau dengan menjadi kuli dia kaya, maka jelas kayanya tidak akan melebihi bosnya yang sangat mungkin tidak punya gelar atau cuma bergelar S1.

Jadi, kuliahlah sampai jenjang paling tinggi kalau ingin jadi pinter. Tapi cukuplah selesaikan S1 Anda dan cepat-cepat membina usaha untuk menjadi pengusaha kaya dan sukses. Pilihan di tangan Anda.

44 tanggapan untuk “Mau Jadi Pengusaha Sukses? Tak Usah Kuliah!

  1. Kuliah silahkan tidak juga tidak apa-apa. Tapi Jangan diartikan kuliah itu cuma jurusan Teknik, MIPA, Sosial dll. Ada kuliah Bisnis, kepemimpinan/leadership, ketatanegaraan, strategi, spiritual dll. banyak macamnya. Banyak juga Kuli yang gajinya sebulan 250 juta keatas bahkan ada juga kuli yang mampu membeli sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit dari gaji yang di tabungnya dng omset milliaran dan banyak juga pengusaha yang bangkrut krn krisis global. silahkan anda memilih. Yang terpenting jadilah dirimu sendiri jangan menjadi orang lain itu lebih penting karena kamu yang lebih mengenali dirimu sendiri. dan setiap individu ditakdirkan memiliki kelebihan & keunikan yang ruarrrrrr biasa jika kamu kenali dirimu sendiri ….terimakasih

    Suka

  2. Gampangnya Guni deh……………..

    Harus Punya Niat Buat Jadi Pengusaha Sehabis Kuliah……..

    yA JaNGAn siap JAdi KARYAwan terus yang diSURUh-suruh,,,

    Nah………………..

    KlO uDAh KulIah GMN Klo nerapin Ilmu kEWIRAUSAHAAN………

    ok…salam SUKSES……………………………..

    Suka

  3. kuliah itu emang perlu dan gak perlu…ilustrasinya gini, biasanya kan gak semua orang bisa memanfaatkan peluang usaha yang ada, nah bagi orang yang bisa menangkap peluang usaha dia dapat menjadi seorang pengusaha tanpa harus pendidikan yang tinggi. namun bagi yang gak bisa menangkap peluang itulah gunanya kuliah, dengan ilmu yang dimilikinya diharapkan orang ini bisa menangkap peluang usaha itu.

    Suka

  4. Saya Taufik Bob Sadino adalah salah satu idola saya, namun apabila semua manusia didunia tanpa dibekali ilmu apa mungikin ada seorang ilmuwaan dan lalu apakah ada bisnis memerlukan teknolgi sebagai alat pendukungnya, itu semua butuh pembelajaran dan semuanya berperan penting terhadap semua kemanjuaan. yang dimaksud Pak Sadino bukanlah menjadi seorang Tukang kuliah melainkan jadilah Mahasiswa sejati 1.Akademisi 2.Organisasi 3Kreatif 4Sepritual dan 5.Mandiri

    Pak Bob Sadino anda seorang idola di tanah air ini.

    By Opit

    Suka

  5. Hay kawan! Bangun!
    Sdh brp lama Indonesia terpuruk karena kurangx lapangan kerja? Banyak pengagguran lg.. Sudah saatnya qta membantu Indonesia qta ini keluar dr keterpurukan!
    Dgn menjadi pengusaha, brarti qta sdh membuat lapangan pekerjaan bwt qta sendiri dan org lain, mengurangi pengangguran, jd, betapa mulianya qta menjadi pengusaha! Y toh?
    Soal kuliah memang benar,TIDAK usah kuliah, lebih benar lg, KULIAH hanya utk calon KARYAWAN!
    Pengusaha tak perlu kuliah, karna misalkan kuliah qta akan semakin ‘pintar’ untuk menganalisa, hitung2an, BELUM MULAI sudah di itung2..
    Orang ‘pintar’ di hrskan kuliah utk mendapatkan kerja & duit, orang ‘bodoh’ mencari duit dgn berBisnis spya bsa bs menGaji si ‘pintar’ di perusahaanya nanti.

    Suka

  6. kuliah dan jadi pengusaha? kayaknya 2 hal yang harus di satukan…….kalo menurut aku si kuliah ibarat kita membangun bongkahan ilmu lha kalo kita bekerja kita mencairkan ilmu yang kita dapatkan semasa kita sekolah dulu, setuju?

    Suka

  7. ya benar juga, tapi kuliah minim S1 juga perlu. tapi yang penting adalah keinginan untuk menjadi pengusaha selalu harus kita pupuk agar tidak padam. Inilah yang akan menjadi pembangkit semangat untuk pindah kuadran….

    Suka

  8. kuliah identik dengan memproduksi tenaga kerja (karyawan) bukan memprodyuuksi pemilik modalnya………
    yang hrs bahwa kuliah adalah mencari ilmu dengan ilmu yang cukup kita bs menjadi pengusaha kakakp spt Bill Gates…namun soal belajar tdk hanya di bangku kuliah Guys………..

    thx………………………………..

    Suka

  9. Hei semua yg mengatakan om Bob salah… Jgn memvonis gitu donk.. Katanya sebagai orang yang berpendidikan dan berintelektual, jadi analisis dulu lah.. JANGAN DIMAKAN MENTAH-MENTAH.. POSITIVE THINKING DONG !!! Bagaimana bangsa ini bisa maju kalau orang-orangnya selalu berfikiran negatif, segala sesuatu itu pasti ada sisi baiknya walaupun itu hal yg paling buruk segaligus..

    Suka

  10. Tergantung tujuan dan kondisi, Maksudnya apa?…menjadi karyawan/pegawai atau pemilik bisnis adalah pilihan hidup , dan pendidikan adalah mutlak diperlukan siapapun mengaku dalam hatinya bahwa pendidikan itu penting yang bisa merubah orang” buta hurup” menjadi melek hurup,menjadi pintar berhitung,mengetahui ilmu kesehatan,kedokteran,bahasa pemograman komputer, apakah ilmu kedokteran, bahasa code computer bisa didapatkan secara “jalanan” tanpa pendidikan formal?

    Kondisi kurang biaya biasanya menjadi masalah dalam meneruskan jenjang pendidikan,makanya pilihannya adalah berbisnis sebagi pilihan,tidak bisa dipungkiri memang banyak yang berhasil karena mereka mempunyai “alasan yang kuat “untuk berbisnis dan bukan bisnis ikut-ikutan tanpa menjiwai bisnisnya sehingga mudah menyerah, sekali bangkrut tidak mencoba lagi akhirnya bangkrut seumur-umur.

    Pesan Bill gates dalam pidatonya waktu ke indonesia ‘ intinya dia mengatakan bahwa pendidikan itu penting dan dia ingin meluruskan pendapat yang selama ini beredar yang mengatakan untuk apa kuliah di perguruan tinggi ?,bill gates saja kaya karena DO dari kuliah ,pemilik amazon.com,yahoo dll,semuanya gagal dalam menyelesaikan pendidikan, dalam pidatonya bill gates menyesal dan menginginkan pendidikannnya bisa sampai selesai dia menyimpulkan kenapa yang gagal di kuliahan umumnya berhasil? karena yang di exspose di media masa umumnya yang tidak sekolah tapi kaya, yang DO di universitas tapi berhasil di bisnis, ini dikarenakan Orang yang bergelar dan sekolahnya tinggi tapi berhasil dibisnis dan kaya raya ini dikatakan wajar oleh media dan seolah2 “kurang menggigit.” untuk diberitakan ke masa,walaupun menurut gates sendiri sangat bayak orang yang tinggi pendidikannya juga berhasil bisnisnya, anda bisa membaca sendiri tentang hal ini di blognya pak nukman judulnya “jangan contoh bill gates”

    Kesimpulannya : Jangan terlalu Extrim Mengecilkan peran Pendidikan dan perguruan tinggi, Adapun kaya atau tidaknya itu tergantung fokus anda, apakah tujuannya hanya untuk mengejar kekayaan jika ini maka pilihlah bisnis,atau mengabdi dengan ilmunya seperti seorang guru,karena kepuasan batin itu relatif,seorang profesor yang banyak menemukan barang2,zat2 bermanffaat yang dipakai umat manusia lalu apa motivasi mereka? kalau semuanya hanya harta ,dan fokus kaya, mungkin peradaban manusia terhenti tidak ada lagi inovasi2 teknologi. Dan alangkah baiknya kalu bisa mengumpulkan 2 potensi, pendidikan dan keahlian ok bisnis juga sangat OK dan kaya raya ):

    Suka

  11. Beberapa hal yang kepikiran :

    1. Memang makin banyak motivator dan orang sukses tanpa kuliah yang mengajak orang untuk tidak perlu kuliah tinggi-tinggi. Malah mengatakannya memperbodoh. Hehe, hati-hati, “memperbodoh” itu sekedar ungkapan mungkin.
    2. Ada orang yang tujuan hidupnya cuma ingin kaya. Banyak pula yang ingin kaya juga pandai (nggak sekedar cerdas, orang sukses finansial pastilah cerdas). Selanjutnya, orang yang kaya dan pandai, biasanya bisa membagi cara suksesnya lebih empiris dan runut, jadi lebih mudah dipahami oleh orang lain yang mau sukses juga.
    3. Jadi kaya dengan kemampuan kuliah tak ada yang jamin bakal berhasil, niat kaya tanpa kuliah lebih gambling lagi.
    4. Menuntut ilmu adalah ibadah. Menghindari kefakiran (tak harus kaya) sekedar mencegah kekafiran.
    5. Indonesia tidak akan dapat bersaing dengan bangsa lain kalo orientasinya sekarang adalah kaya tanpa pendidikan tinggi. Lihatlah negara-negara maju dengan orang2 mudanya yang kaya dan berpendidikan tinggi.
    6. Orang ambil S2, S3, belum tentu mau kaya kok. Kecuali yang memang S2/S3-nya jelas berhubungan dengan manajemen di disiplin ilmunya. Siapa yang mau menemukan planet baru, elemen atom terbaru, desain inovatif, artefak kuno, kalo semua orang cuma mikirin duit? dan biasanya para expert itupn kaya.
    7. Dalam real sehari-hari kadang ditemui masalah seperti ini kok:
    – Misalnya pengusaha konstruksi, mau ikut tender konstruksi bangunan tinggi tapi nggak berpendidikan tinggi, mana bisa? akhirnya yang ada kongkalikong sana-sini, pinjam ijazah orang lain yang ahli struktur, ahli amdal, dsb., dipinjam namanya dimasukin tim secara fiktif buat prasarat ijin. Atau lalu kolusi dengan penguasa. Waduuuh, mental kaya tanpa pendidikan gini bisa bahaya.
    8. Jadi jangan ciut dengan “Paling banter Anda akan jadi kuli,” kalau kuli intelektual.
    Bill Gates, Michael Dell, tetap butuh kuli-kuli intelek disekeliling mereka kok, gaji mereka juga tinggi, mereka kaya walaupun pasti enggak setinggi bos-bosnya, namun pasti mereka bangga karena mampu berinovasi, menghasilkan sesuatu di alam ini, prosesor misalnya, hal yang berguna buat banyak orang, bukan sekedar sesuatu buat akuntan kita.
    9. Percayai nurani, mana yang lebih menjamin kaya dengan pendidikan yang semakin tinggi, atau kaya tanpa pendidikan tinggi? Ayooo, tanyakan ke lubuk hati yang paling dalam.

    Menurutku, waktu terus berlalu, kalo mau kaya doang, jadilah pengusaha, dagang, dsb. kalo mau kaya dan juga pandai, latihlah kepekaan mata dan hati melihat aneka peluang bisnis dari disiplin ilmu masing-masing. Khusus bagi yang memang tidak berkesempatan berpendidikan tinggi, tetaplah optimis, karena biasanya lebih lugas dan cepat mengambil keputusan.

    Good luck buat semua!

    Suka

  12. kalo mau kuliah silahkan
    kalo mau jadi pengusaha silahkan
    kalo mau kuliah dan jadi silahkan
    tidak kuliah dan tidak jadi pengusaha
    jadi kita mau pilih yang mana?????

    kalo kuliah ingin kaya, salah besar
    kalo jadi pengusaha mau kaya,benar sekali

    Suka

  13. sorry, ini salah satu lanjutan dari list di atas 🙂

    Bill Gates? Terkaya di dunia

    Larry Ellison? Terkaya no 4 di amerika

    Paul Allen? Terkaya di dunia no. 6

    Michael Dell? terkaya no. 9 di amerika

    Steve Ballmer? terkaya no 15 di amerika

    Kirk Kerkorian? terkaya no 26 di amerika

    Steve Jobs? terkaya no 49 di amerika

    sumber lebih lengkap bisa di lihat di situs forbes. thanks

    Suka

  14. Setahu saya, berikut adalah beberapa orang terkaya di dunia yang mereka memang sengaja tidak melanjutkan kuliahnya (atau memang tidak kuliah sama sekali)

    1. Bill Gates.
    Orang terkaya di dunia selama beberapa tahun, sengaja ngga melanjutkan kuliahnya karena lebih konsentrasi untuk “berbisnis” software buatannya sendiri.

    2. Larry Ellison
    Pemilik Oracle, orang terkaya no 6 di dunia.

    3. Larry Page dan Sergey Brin
    Pemilik Google.Com, top 30 terkaya di dunia

    4. dan masih banyak yang lain.

    salah satu quote kalau ngga salah dari Larry Ellison yang masih saya ingat adalah saat dia bilang bahwa orang-orang yang kuliah itu hanya akan menjadi kuli di salah satu perusahaannya. yah, mirip dengan yang bob sadino bilang.

    mungkin bob sadino mengutip dari apa yang LE ucapkan 🙂

    imho dan imw
    thanks

    Suka

  15. Ada 2 masalah di pembicaraan ini 1.Anggapan kalau jadi pengusaha berarti yang terhebat dan 2. Titel tidak menjamin seseorang berhasil dalam dunia usaha. Kalau yang 1, gw gak setuju karena kita kan melakukan bagian kita masing-masing di dunia ini sesuai dengan talenta yang Tuhan kasih..jadi jangan jadikan kelimpahan uang sebagai patokan tapi jadikan diri anda ‘nilai unggul’ dalam masyarakat karena anda melakukan bagian anda dengan terbaik 2. Sebetulnya yang dimaksud dengan om Bob ada 3 Masalah yaitu a.Masalah sistem pendidikan:Bahwa memang sistem pendidikan kita sendiri yang masih ‘satu arah’ dan menganggap bahwa Kuantifikasi atau ilmu-ilmu Positivis sebagai ‘kitab suci’ dalam melakukan analisa padahal HALO TEMAN2 SUDAH SADAR BELUM??ada banyak hal dalam kehidupan yang sifatnya untangible/kualitatif contohnya: seorang desainer fashion ingin merancang busana tahun depan, maka pakailah teknik yang namanya ‘siklus zeitgeist’. Mau dihitung??sok lah-bahasa sunda-..b.Masalah waktu reflek; As we know, masalah dalam hidup ini (bukan hanya pekerjaan) umumnya akan menjadi kompleks sekali kalau kita ngobrol dengan let saya Doktor, walah ribet lah…sedangkan kita di dunia usaha diperlukan tindakan eksekusi/ pengambilan keputusan yang cepat karena kita sadar kalau momentum dapat hilang kapan saja. c. Masalah gengsi; Pengusaha itu gak ada yang langsung jadi sukses dan berhasil, kecuali bokapnya engKongLOmerat-jadi orang yang berpendidikan tinggi pada umumnya terlalu tinggi harga dirinya untuk memulai dari pekerjaan yang kecil..belum ditambah kegagalan demi kegagalan yang seringkali ditertawakan orang lain..gw tau begini karena gw sarjana teknik yang ambil s2 desain produk…walah capee deh kalau pengembangan produk bisa sampai tahunan, 500-600 percobaan/prototype…diprosesnya ya banyak diketawain operator2 yang hanya tamatan smp malah..Gitu lho kawan2…Om Bob bikin dong buku motivasi, siapa tau bisa jadi inspirasi bagi kita2 gitu

    Suka

  16. ada benaranya juga, kuliah tidah sepenuhnya menjamin seseorang untuk bisa sukses, karna sukses adalah sesuatu yang harus diperjuangkan dan itu tidaklah dengan mudah, kuliah hanyalah salah satu jalan, kulia hanya memberikan semacam stimulasi mana yang tampaknya lebih baik, tapi pada aplikasi yang lebih besar lagi, faktor pengalaman serta kemauan dan juga kemapuan memanfaatkan peluang yanga ada akan lebih berpengaruh dibandingkan dengan sebuah gelar, dan hingga saat ini saya melihat ada satu fenomena yang unik tetapi kurang tepat lagi, yaitu orientasi yang salah pasca kuliah banyak sarjana yang rela menjadi kuli bagi orang lain, dalam arti kata bekerja untuk orang lain. Perlu ada sebuah sarana untuk bisa merubah pola fikir serta mengerakan orientasi sarjana tersebut, saya lebih senang menyebutnya sebagai reorientasi sarjana dari kuli menjadi self made entrepreneur. kuliah penting tapi yang lebih penting adalah terus berusaha tidak hanya dengan modal yang ada

    Suka

  17. Sebenarnya aku setuju dengan Mas Fatih.
    Sebetulnya menurut saya bisa disinerjikan, kalau lulusan sarjana punya analisa yang lebih kuat prakteknya kurang kecuali fakultas yang benar2 menyatukan teori dan praktek 50:50.Sedangkan orang yang tidak kuliah dan langsung membina usaha dan akhirnya berhasil tidak lepas dari pembinaan orang lain. Saya yakin Om Bob selalu bertanya kepada orang yang memiliki ilmu pengetahuan lebih seperti Lulusan sarjana, mungkin saja usahanya sekarang sampai menjadi jutawan dibantu oleh para sarjana.Dan saya tidak setuju ukuran keberhasilan diukur dengan apakah dia menjadi seorang PENGUSAHA, KULI, KARYAWAN dll.Kalau menurut saya keberhasilan bisa bersipat ekpresi atau kebebasan 1.Kebebasan Finansial atau keuangan kerja apa saja yang penting halal.
    2.Kebebasan waktu kapan saja dan tidak terikat dengan aturan tetapi bertanggung jawab.
    3.Kebebasan kesehatan yang baik tidak punya penyakit karena tidak memikirkan hal yang nyelimet.
    3.Kebebasan selalu berkumpul dengan keluarga dalam bentuk keluarga yang harmonis.
    Saya ingin bertanya apakah seorang pengusaha ada seperti 4 point diatas, saya tanda tanya???????????????????????????? Kalau ada saya acungkan jempol………………………………………

    Suka

  18. komentar Pak Bob ada benarnya dan ada tidaknya, saya setuju dengan jawaban Mas Fatih, bukankah kuliah lebih membuka banyak relasi ? Dan yang jelas beda pemikiran antara orang yang kuliah dengan yang tidak pernah duduk dibangku kuliah.

    Suka

  19. Bahasa Bob Sadino, Robert T Kiyosaki jangan diartikan mentah mentah. Memang betul kalau ingin kaya tidak perlu kuliah, untuk yang bertujuan hanya naik pangkat maka kuliah adalah wajib, tidak perlu pintar dan kaya,. Tapi kalau tujuan kuliah untuk menjadi pintar, lalu baca buku si Robert, belajar ilmunya Tung Desem maka anda nanti bisa KAYA dan PINTAR. Jadi kalau cuma untuk kaya saja memang tidak perlu kuliah.
    Ada profesor Indonesia, wanita, cahblit (cah blitar) di Australia yang bisa menjual buku buku, paten, karya ilmiah ke seluruh dunia, bukunya dipakai pegangan kuliah di computer engineering di america latin, beberapa universitas di Eropa dan Australia sendiri. Ada lagi professor di Louisiana University, asli dari arema (arek malang), yang penelitiannya tentang Oriza sativa mendapat penghargaan dimana mana. Dua duanya kini kaya. Tetapi ada juga orang Madura di Pasuruan yang tidak sekolah tapi kaya raya dari jualan aluminium bekas. Nah sekarang tinggal kita sendiri mau memilih yang mana, yang sekedar kaya atau kaya + pintar….Cuma masalah pilihan, tidak ada yang salah. tapi ngomong ngomong untuk membangun negara kita yang semrawut ini kira kira cocok mana, hanya perlu orang kaya saja atau lebih cocok yang kaya dan pintar.
    Kalo kaya saja tanpa visi juga susah, kalo pintar saja nggak kaya bisa KKN…:) sorry mas Fatih kalo kepanjangan…

    Suka

  20. hehe.. perdebatan yang seru juga nie..
    Kuliah atau tidak kuliah??
    Lebih baik sie kuliah juga sesuai dengan bisnis apa yang akan dia ambil nantinya.
    Contoh jika dia mau buka bisnis warnet ga ada salahnya kan dia ambil jurusan komputer..

    Suka

  21. kuliah tidak mengajarkan seseorang untuk menjadi pengusaha, tetapi kulaih menciptakan manusia untuk berpikir logis…. kalau om bob berpikir bahwa buat apa kuliah lalu siapa yang akan membangun bangsa ini yang dilatarbelakangi dengan pendidikan, dimana dengan pendidikan akan membantu seseorang untuk berpikir objektif dan konstruktif tidak hanya berpikir secara intuisi karena kita bukan binatang yang haa mengandalkan intuisinya saja,. untuk itu saya berpendapat seseorang tidak menuntu ilmu artinya dzalim

    Suka

  22. ckckckck ternyata ada juga orang indo yang beranggapan seperti si robet kiyosaki.
    memang saat ini sistem pendidikan di perguruan tinggi belum dapat mengakomodir kebutuhan dalam dunia nyata, lihat saja banyak sarjana-sarjana yang bekerja tidak sesuai dengan bidang yang ditekuni selama kuliah salah siapa ?
    saya setuju kuliah membangun cara pandang dan berpikir mindset construction, sebab tanpa itu kita bakalan terus dikibulin sama orang yang lebih pintar dari kita hehehhe
    ancur negara kalo mr bob terus-terusan ngomong seperti itu ditengah kondisi ekonomi indonesia yang seperti ini hiks hiks hiks

    Suka

  23. Memang sekarang banyak salah kaprah, kuliah dan sekolah banyak di jadikan ajang untuk melabuhkan harapan agar kaya dimasa depan, padahal kaya hanya efek samping….sangat jarang ditemui kita sekolah murni alasan untuk mencari ilmu, hanya sekian persen saja mas fatih!, dan ini hal yang sangar wajar menurut saya.

    tentang mas bob (saya memanggilnya), memang beliau berbicara dari kaca mata bisnis, dan saya kira alasan yang anda paprkan diatas sangat masuk akal dan saya setuju.

    Sering kali mas bob berbicara dalam kontek mindset pengusaha,dan kebanyakan di setiap seminarnya, beliau melontarkan kata kata di luar anggapan umum.

    dan saya beranggapan judul diatas serta banyak statemen mas bob yang nyleneh lainya”harus di uraikan secara lebih luas dan tidak di makan mentah mentah artinya”. trimakasih

    Suka

  24. Saya pikir jadi pengusaha itu tergantung bakat dan kemauan yang kuat dari masing-masing pribadi, kalaupun kuliah sampai dapat Gelar S1 sampai S2 kalau tidak punya kemuan kuat agak susah menjadi pengusaha, tapi banyak juga yang kenyataannya yang kuliah juga jadi pebgusaha

    Suka

  25. Pertama: bagaimanapun kuliah atau sekolah (konteks menuntut ilmu fomal institusi) adl ibadah (yg bukan formal institusi pun ibadah). Kedua: sekolah dlm formal institusi itu kan untuk membangun cara pandang dan berpikir (mindset construction); 2 orang yg sama-sama kaya.. 1 lulusan SD, satu lulusan Boston Univeristy pasti akan berbeda dlm memandang sebuah masalah, strategy conception dlm perusahaannya dan bahkan dlm hal attitude pun akan berbeda. Dan yg terkahir adl: Sekolah itu untuk cari relasi, menurut saya ikatan friendship dlm payung institusi pendidikan itu lebih kuat drpd temen yg ketemu dijalan bahkan dlm area bisnis. Let say.. berbedalah ikatan pertemanan saya dgn si A melalui blog dibanding jika saya dan si A adl temen satu kelas nyantri di SMA 3 Jakarta..

    Suka

  26. mungkin maksud Bob Sadino, kalau hanya pengen kaya nggak perlu buang-buang duit untuk sekolah sampai sarjana, menurut saya ada benarnya juga. Karena tidak sedikit sekarang orang sekolah hanya mengejar ijazah supaya naik pangkat, atau sebagai simbol status sosial saja padahal manfaatnya bagi masyarakat dan dirinya sendiri gak ada, alias hanya membohongi masyarakat dan diri sendiri. Buktinya ada oknum memalsukan ijazah untuk bisa menjadi anggota legislatif atau supaya lolos dalam seleksi eksekutif. Sekarang anda mau gelar S1,S2,S3 sampai SSSS asal anda punya duit anda bisa mendapatkannya. Kasihan sama yang bener-bener mau sekolah, namanya ikut tercoreng gara-gara kelakuan para bangsat jahannam yang memanfaatkan pendidikan untuk maksud-maksud politik.

    Suka

  27. Setuju juga sih. Ada juga kok pengusaha yang sukses karena memiliki pendidikan tetapi ada juga pengusaha sukses yang tidak memiliki pendidikan. Yang paling terpenting adalah ketekunan dan kerja keras. ok

    Suka

  28. Profesi di dunia ini cuma pengusaha saja di mata Bob Sadino. Karena memang dunia dia di sana. HANYA di sana.

    Profesi-profesi lain seperti peneliti, guru, programmer, seniman, desainer dan lain-lain yang tidak terlalu berorientasi kepada uang memang tidak perlu di mata pengusaha… Tapi kalau tidak ada profesi-profesi ‘idealis’ tadi, apa yang mau diusahakan?

    Silakan saja seluruh dunia jadi pengusaha, kita lihat berapa lama umat manusia bisa bertahan.

    Suka

  29. Ya, belajar kuliah (eh kuliah) sambil belajar jadi pengusaha, begitu ya?
    Kira-kira usaha apa ya, yang cocok untuk orang yang lagi kuliah?

    Suka

  30. Ya, kemarin aq juga baca di JP.
    Harus ada beberapa redaksional yang diluruskan.
    (……………universitas tidak mengajarkan kita untuk bekerja atau membuat pekerjaan……….). Tidak semuanya dipandang begitu. Banyak contohnya. dengaqn latar belakang S1, S2, S3 bisa aja jadi pengusaha. Cak Eko yang buka Bakso CakEko, contohnya. Atau kami yang latar belakang Medis, bisa buka praktek atau buka RS baru. atau usaha yang lain.
    Ilmiah jalan…..usaha jalan….akur..Cak?

    Suka

  31. Iya, lagian kalo semuanya jadi boss kayak oom bob, yg jadi kulinya siapa?

    Kata-kata penutup posting ini mantap banget, mas…

    “Jadi, kuliahlah sampai jenjang paling tinggi kalau ingin jadi pinter. Tapi cukuplah selesaikan S1 Anda dan cepat-cepat membina usaha untuk menjadi pengusaha kaya dan sukses. Pilihan di tangan Anda”

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s