55 Juta Pemirsa TV Indonesia Setiap Hari

55 Juta Pemirsa TV Indonesia Setiap HariMenurut Metro TV yang mengutip dari sebuah sumber konsultan rating, ada sekitar 55 juta pemirsa TV di Indonesia setiap harinya. Sebagian besar adalah anak-anak. Yang jadi masalah, kata presenter Metro TV itu, adalah fakta bahwa umumnya acara TV di Tanah Air kurang atau tidak mendidik. Kalau anak-anak (yang remaja & dewasa juga) betah duduk berjam-jam nongkrong di depan TV yang tak berkualitas, itu artinya otak dan jiwa mereka tidak terisi informasi apapun yang bermanfaat. Nah, bagaimana masa depan bangsa ini ? Bagi yang punya anak-anak kecil atau ABG, apakah Anda termasuk yang peduli dengan hal ini? Dan bagaimana langkah Anda dalam membagi waktu anak-anak Anda antara membaca dan nonton TV?
Lanjutkan membaca “55 Juta Pemirsa TV Indonesia Setiap Hari”

Senyum Roy Marten, Senyum Narkoba

Senyum Roy Marten, Senyum NarkobaWaktu Roy Marten dan kawan-kawannya ditangkap aparat sedang pesta sabu-sabu di hotel Novotel Surabaya ada satu hal yang aneh. Sementara rekan-rekannya seperti sangat malu dengan berusaha menutup mukanya dari jepretan kamera wartawan, Roy Marten malah tampak sumringah menebar senyum jumawa ke kanan dan ke kiri bak senyum heroik Taufik Hidayat yang dielu-elukan penonton sehabis memenangkan bulutangkis. Mirip Fariz RM yang juga senyum-senyum saat ditangkap dan dikerubuti wartawan.
Lanjutkan membaca “Senyum Roy Marten, Senyum Narkoba”

Taufik Hidayat dan Spirit Kompetitif

Taufik Hidayat dan Spirit KompetitifOleh fatihsyuhud.com
Catatan: Ini tulisan lama yg tercecer. Saya tulis di milis internal mahasiswa Indo di India. Karena isinya bersifat universal (intinya: self-criticism & perlunya fighting spirit) saya muat di sini. Harap maklum dan semoga bermanfaat.

Congratulations! saya ucapkan buat Taufik Hidayat yg dg semangat kompetitif tinggi berhasil meraih emas satu-satunya untuk Indonesia di Olimpiade Athena.
Lanjutkan membaca “Taufik Hidayat dan Spirit Kompetitif”

Aku Tak Bakat Menulis

Aku Tak Bakat MenulisItulah yang terpikir di benak saya saat saya merasa sangat kesulitan memulai menulis. Itu terjadi pada masa saya duduk di bangku SD. Sungguh sulit menyusun satu paragraf karangan yang diminta guru SD itu, sementara teman sebangku saya dengan ringan membuat beberapa paragraf dalam waktu singkat. “Aku tidak punya bakat menulis.” Pikiran itu tanpa sadar keluar dari benak saya. Tentu saja pikiran itu wajar, kalau saya berbakat tentunya saya akan mudah menulis, bukan?

Padahal, saya termasuk salah satu anak kecil yang selalu ingin dapat menulis. Setiap saya membaca majalah anak-anak seperti Bobo, si Kuncung, dll, saya melihat dengan penuh antusias artikel yang ditulis oleh anak-anak seusia saya. Saya pikir, kalau anak-anak itu bisa nulis mengapa saya tidak? Tapi, gimana yah caranya?
Lanjutkan membaca “Aku Tak Bakat Menulis”

Fariz RM: Narkoba Dalam Pelukan

Narkoba Dalam PelukanWaktu saya kecil, saya suka sekali lagu Fariz RM Sakura dalam Pelukan yang sukses besar. Waktu itu saya tidak begitu mengerti isi liriknya, maklum masih anak-anak. Saya cuma suka nada dan melodinya. Sekarang, penyanyi yang sudah gaek itu berbadan kurus seperti kena TBC. Saya baru tahu sebabnya kemaren, ketika ditangkap polisi karena di mobilnya ditemukan lintingan ganja. Ternyata yang berada dalam pelukan Fariz RM bukan lagi Sakura, tapi Narkoba.
Lanjutkan membaca “Fariz RM: Narkoba Dalam Pelukan”