Bagaimana Supaya Produktif Menulis

Tips Supaya Produktif Menulis

A WINNER works harder than a loser and has more time.
A LOSER is always “too busy” to do what is necessary.

Salah satu komentar di blog ini memberi apresiasi pada saya karena dia menganggap saya sangat produktif menulis. Terus terang saya malu dengan pujian itu. Jujur, saya tidak produktif. Sampai saat ini, sejumlah buku yang sedang saya garap masih tergeletak dalam bentuk draft dan semuanya masih setengah jadi. Tak ada satupun buku yang terbit dari tangan saya.
Lanjutkan membaca “Bagaimana Supaya Produktif Menulis”

Menulis Artikel Bahasa Inggris

Sumber: www.fatihsyuhud.com
Menulis artikel dalam bahasa Inggris tidaklah berbeda dg menulis op-ed dalam bahasa Indonesia. Tentu saja syarat dasar yakni kemampuan berbahasa Inggris harus dikuasai. Namun demikian, seberapa batas “mampu” dan “belum mampu” itu sangatlah relatif. Orang yg berkepribadian pesimis cenderung understimate (merendahkan) kemampuan diri, sementara yg sangat optimis cenderung overestimate (meninggikan kemampuan diri di atas fakta).

Untuk itu, salah satu tes kemampuan bahasa Inggris Anda adalah dengan mengirim tulisan artikel op-ed ke media massa koran berbahasa Inggris (lihat daftar email media berbahasa Inggris di dalam negeri dan luar negeri di bagian bawah tulisan ini).
Aturan teknis pengiriman artikel op-ed pada dasarnya tidak berbeda dg versi bahasa Indonesia kecuali satu: jangan mengirim tulisan bahasa Inggris dalam bentuk attachement, terutama ini berlaku bagi media luar negeri. Jadi, artikel cukup di tulis di bagian email. Berikut daftar email media massa (koran) berbahasa Inggris di Indonesia atau luar negeri:Indonesia

The Jakarta Post Indonesia
editorial@thejakartapost.com

Media Internasional

Globe and Mail
E-mail: comment@globeandmai l.com
Fax: 416.585.5085
Tel: 416.585.5528

National Post
E-mail: jkay@nationalpost. com
Fax: 416.442.2209
Tel: 416.383.2300

Local Media
Vancouver Sun
E-mail: sunopinion@png. canwest.com
Fax: 604.605.2522
Tel: 604.605.2184

Georgia Straight
E-mail: contact@straight. com
Fax: 604.730.7010
Tel: 604.730.7000

Tyee
E-mail: editor@thetyee. ca
Tel: 604.689.7489

International Media
New York Times
E-mail: oped@nytimes. com
Fax: 212.556.4100
Tel: 212.556.1831

The Washington Post
Email: oped@washpost. com
Fax: 202.334.5269
Tel: 202.334.7471

Los Angeles Times
E-mail: op-ed@latimes. com
Fax: 213.237.7968
Tel: 213.237.2121

San Francisco Chronicle
E-mail: forum@sfchronicle. com
Fax: 415.543.7708
Tel: 415.777.1111

San Jose Mercury Times
E-mail: opinions@mercurynew s.com
Fax: 408.271.3792
Tel: 408.920.5235

Seattle Times
E-mail: opinion@seattletime s.com
Fax: 206.382.6760
Tel: 206.464.2132

Oregonian
E-mail: oped@news.oregonian .com
Fax: 503.294.4193
Tel: 503.221.8389

South China Morning Post
E-mail: luisa.tam@scmp. com
Fax: 852.2516.7478
Tel: 852.2565.2222

Straits Times (Singapore)
E-mail: stforum@sph. com.sg
Fax: 65.6319.8289
Tel: 65.6319.5397

Daily Telegraph (UK)
E-mail: dtletters@telegraph .co.uk

Sunday Telegraph (UK)
E-mail: stletters@telegraph .co.uk

Guardian (UK)
E-mail: letters@guardian. co.uk
Blog: comment.is.free@ guardian. co.uk

Semoga bermanfaat dan selamat Go International!

Sumber: www.fatihsyuhud.com

Tip Menulis di Media Massa Cetak atau Online

Tips Menulis di Blog

Menulis Surat Pembaca

surat pembacaBagaimana menulis Surat Pembaca ke Media massa Koran atau Majalah
www.fatihsyuhud.com

Kolom Surat Pembaca di media koran atau majalah menjadi peluang bagi kita untuk berkomentar seputar berita hangat atau opini yang dimuat dalam sebuah media terkait.

Petunjuk dan aturan berikut umum berlaku pada sebagian besar media massa:

– isi padat dan singkat (sekitar 250 kata atau kurang).
– biodata harus jelas dan lengkap. Seperti nama lengkap, alamat rumah, dan nomor telpon.
– tidak memakai attachment. Tulis langsung dalam email.
– di subject email tulis “Surat Pembaca”.
– media berhak untuk mengedit, menyingkat atau menolak surat Anda.
– Surat Anda harus eksklusif pada satu media. Jangan dikirim ke media lain kecuali kalau jelas di media tsb.
– Sebagian media seperti KOMPAS biasanya mengontak Anda (via email) apabila tulisan Anda ditolak.
– Surat terbuka yg ditujukan ke pihak ketiga, misalnya ke perusahaan atau layanan tertentu, disebagian media biasanya ditolak. Catatan: Umumnya media massa cetak di Indonesia baik koran atau majalah alamat email untuk surat pembaca sama dg alamat email untuk mengirim tulisan. Anda bisa melihat daftar emailnya di link di bawah. Untuk media massa cetak Indonesia lihat di sini

Sedangkan di media berbahasa Inggris luar negeri, email untuk mengirim Surat Pembaca dan artikel op-ed berbeda. Berikut alamat email Surat Pembaca media berbahasa Inggris luar negeri (data ini tidak lengkap, silahkan ditambah di komentar apabila Anda punya alamat email Surat Pembaca media luar negeri yg lain):

Globe and Mail
E-mail: letters@globeandmai l.com
Fax: 416.585.5085

National Post
E-mail: letters@nationalpos t.com
Fax: 416.442.2209
Tel: 416.383.2300

Local Media
Vancouver Sun
E-mail: sunletters@png. canwest.com
Fax: 604.605.2522
Tel: 604.605.2184

Vancouver Province
E-mail: provletters@ png.canwest. com
Fax: 604.605.2099
Tel: 604.605.2029

Georgia Straight
E-mail: letters@straight. com
Fax: 604.730.7010

Other Canadian Media
Toronto Star
E-mail: lettertoed@thestar. ca
Fax: 416.869.4322

Montreal Gazette
E-mail: letters@thegazette. canwest.com
Fax: 514.987.2639
Tel: 514.987.2579

Ottawa Citizen
E-mail: letters@thecitizen. canwest.com

Tip Menulis di Media Massa Cetak atau Online

Tips Menulis di Blog

Honor Tulisan dan Biodata Penulis

Menulis di Media Cetak Indonesia (6)
www.fatihsyuhud.com

Biodata Penulis dan Bonus Tulisan

Biodata

Setelah tulisan selesai, jangan lupa menuliskan biodata anda.Biodata penulis biasanya harus berkaitan dengan tema tulisan dan isinya singkat. Kalau kebetulan tema tulisan sesuai dengan jurusan dan/jabatan kita, maka jurusan/jabatan bisa digunakan sebagai biodata. Contoh, Sdr. Purwono, Medan, menulis artikel seputar sastra, maka biodatanya bisa dua macam (a) Dosen Fakultas Sastra UISU, Medan; atau (b) Pembantu Dekan I, UISU, Medan (jabatan ini dapat juga dipakai sebagai biodata tulisan yang berkaitan dengan dunia pendidikan secara umum).

Akan tetapi kalau tulisan kita berkaitan dengan masalah yang tidak ada hubungannya dengan jurusan kita, maka dapat menggunakan biodata yang berkaitan dengan tulisan tsb. Contoh, Tasar Karimuddin yang jurusan ilmu politik menulis seputar agama, maka biodata bisa ditulis sebagai berikut: Penulis adalah Khatib KBRI New Delhi, atau Staf Litbang PPI-India, dst. Intinya, biodata bukan soal yang sulit. Ia dapat fleksibel, sesuai kebutuhan dan tema tulisan yang kita buat.
BonusApakah tulisan yang dimuat ada honornya? Tentu ada. Namun, honor tulisan lebih pantas disebut bonus mengingat jumlahnya tidak begitu besar, bahkan sangat kecil untuk koran daerah, kalau diingat bahwa diperlukan painstaking effort untuk riset bahan, dan lain-lain. Apresiasi intelektual memang masih sangat kurang di negara kita dibanding di negara maju. Termasuk dalam hal ini honor/gaji dosen (PNS atau swasta), misalnya, yang kalah jauh dengan penghasilan tukang bengkel atau pemilik toko.

Namun demikian, dibanding di India, honor tulisan di kita terbilang lumayan. Di the Jakarta Post (artikel bahasa Inggris), misalnya, tulisan yang dimuat bernilai Rp.750.000. Sedang di Kompas dan Jawa Pos, masing-masing Rp.450.000 dan Rp. 500.000. Ketiga koran ini adalah yang terbesar honornya. Sedangkan koran nasional lain seperti Media Indonesia, Suara Pembaruan, Suara Karya, dan lain-lain dan koran daerah di Jawa rata-rata Rp.300.000. Sementara untuk koran daerah luar jawa berkisar antara Rp.50.000 sampai 200.000.

Menulis memang hendaknya tidak diniatkan untuk mengharapkan honor (baca, untuk cari duit). Karena kalau ini yang jadi tujuan, banyak aktivitas non-intelektual lain yang dapat menghasilkan jumlah lebih besar, walaupun kalau tulisan kita dimuat secara teratur dua kali saja dalam sebulan bisa melebihi gaji dosen. Menulis, seperti yang pernah saya singgung sebelumnya, bertujuan utama untuk (a) membangun kredibilitas intelektual dan gelar yang kita sandang; (b) menyebarkan ide yang kita miliki ke kalangan yang lebih luas; (c) ikut mewarnai dunia wacana nasional yang akan punya pengaruh langsung pada pembangungan masa depan Indonesia dan (d) membentuk citra baik almamater, institusi dan jabatan yang kita sandang.

PENUTUP

Sebagai penutup uraian singkat tips menulis ini saya ingin mengulangi dan menekankan bahwa belajar menulis, terutama bagi pemula, adalah DENGAN MENULIS APA YANG MAU KITA TULIS. TIDAK PERLU BELAJAR TEORI. Dan kirimkan tulisan tsb. ke media. Idealnya, sebelum dikirim tulisan kita diperiksakan dulu pada rekan atau dosen anda yang biasa menulis. Kalau tidak ada, langsung saja dikirim. Jangan lupa, usahakan setiap hari membaca rubrik: headlines, editorial dan artikel opini koran yang anda baca. Soal nonteknis yang tak kalah pentingnya untuk produktifitas menulis adalah BE RESILIENT AND HUMBLE (tidak mudah putus asa untuk terus mencoba kalau tulisan tidak dimuat dan tetap rendah hati ketika tulisan dimuat).

Selamat memulai menulis dan bagi yang membutuhkan bantuan teknis (editing, bahan, dan lain-lain) silahkan kirim email ke salah satu rekan berikut: saya (gagho@yahoo.com), Rizqon Khamami (rizqonkham@yahoo.com), Qisai (qisai@yahoo.com), Izam Zamhasari (izamsh@yahoo.com).

Mari maju bersama mencapai kredibilitas intelektual pribadi dan almamater (mahasiswa dan masyarakat Indonesia di India).(TAMAT)[]

Sumber: http://www.fatihsyuhud.com

Tip Menulis di Media Massa Cetak atau Online

Tips Menulis di Blog

Basis dan Topik Tulisan

Menulis di Media Cetak Indonesia (5)
www.fatihsyuhud.com

Basis dan Topik Tulisan

Seperti yang sudah disinggung di pada tip sebelumnya, tulisan opini adalah berupa tanggapan dari fenemona yang lagi tren saat ini. Dalam konteks tulisan opini di koran, maka tulisan yang perlu kita tanggapi adalah sebagai berikut:

1. Isi Editorial/Tajuk sebuah media.
2. Headline/Berita utama sebuah media.
3. Tulisan opini.
4. Hari besar Nasional dan Internasional.

Siapapun yang ingin jadi penulis/pengamat hendaknya tidak pernah melewatkan tiga poin pertama di atas setiap kali membaca sebuah koran. Dan selalu mengingat poin ke empat.
(1) Tanggapan Editorial/Tajuk sebuah media adalah suara atau sikap resmi dari media yang bersangkutan tentang sebuah kasus/kejadian tertentu; sesuai dengan misi media tsb. Menanggapi editorial/tajuk di harian Kompas tentu saja berbeda dengan cara kita menanggapi editorial di harian Republika, misalnya. Umumnya menanggapi tulisan editorial/tajuk harus cepat. Idealnya, tanggapan untuk tajuk/editorial hari ini dapat dikirim hari ini juga sehingga dapat dimuat esok harinya di media terkait. Namun, kalau tanggapan kita baru selesai dalam dua hari, teruskan dikirim ke media terkait, karena peluang untuk dimuat masih tinggi terutama untuk media yang tak sebesar Kompas.(2) Tanggapan Headline Media/Berita Utama juga bisa dijadikan pijakan untuk menulis. Jangan lupa untuk mencatat nama media/tanggal/bulan headlines yang kita kutip.

(3) Tanggapan Artikel Opini. Artikel opini dikenal juga dengan istilah artikel OP-ED (singkatan dari opini-editorial). Umumnya artikel OP-ED yang menanggapi artikel OP-ED lain berisi tambahan yang lebih lengkap dari yang dibahas sebelumnya atau menentang artikel yang ditanggapi.
(4) Hari besar nasional/internasional adalah tulisan yang isinya berkaitan dengan hari besar pada saat itu. Contoh, pada sekitar 21 Januari mendatang adalah Hari Raya Idul Adha. Siapkan sejak sekarang tulisan yang berkaitan dengan hari idul adha. Dan kirimkan segera ke media sebelum hari H.

Catatan: Umumnya kita mengirim tulisan yang berdasarkan tanggapan atas Editorial atau Headlines pada media yang kita tanggapi. Contoh, tanggapan Editorial/Headlines di Kompas hendaknya dikirim ke Kompas, tidak ke media lain. Namun kalau tidak dimuat di media terkait, tak ada salahnya dikirim ke media lain. Sedangkan untuk artikel OP-ED yang berkaitan dengan hari besar nasional/internasional dapat dikirim ke media mana saja.

Kalau Artikel Tidak Dimuat

Untuk Kompas dan Suara Pembaruan tulisan yang tidak dimuat biasanya mendapat pemberitahuan dari redaksi. Sedangkan di koran-koran lain tanpa pemberitahuan. Umumnya, kalau dalam waktu seminggu tulisan tidak muncul, berarti tulisan kita tidak dimuat dan bisa dikirim ke media/koran lain.

Jangan lupa, tulisan yang sama dapat dikirim ke dua media yang berbeda asal tidak sama segmennya. Contoh, satu tulisan bisa saja dikirim ke media nasional dan media daerah (tentu saja tidak sekaligus di-CC-kan dalam satu email). Tapi jangan sekali-kali mengirim satu tulisan ke dua media yang sama segmennya. Seperti pada dua media nasional atau dua media daerah yang sama. Contoh, Kompas dan Republika (dua media nasional) atau Waspada dan Harian SIB (media daerah Medan).

Sumber: http://www.fatihsyuhud.com

 

Tip Menulis di Media Massa Cetak atau Online

Tips Menulis di Blog