Gambar

Pondok Pesantren Putri Al-Khoirot

Pondok Pesantren Al-Khoirot Putri

Pondok Pesantren Putri Al-Khoirot Malang Jawa Timur (Jatim) Indonesia. Lihat: Pesantren Putra

Pondok Pesantren Al-Khoirot Putri
Pondok Pesantren Al-Khoirot Putri
Pondok Pesantren Al-Khoirot Putri
Pondok Pesantren Al-Khoirot Putri
Pondok Pesantren Al-Khoirot Putri
Pondok Pesantren Al-Khoirot Putri
Gambar

Pondok Pesantren Al-Khoirot Putra

Pondok Pesantren Putra Al-Khoirot Malang

Pondok Pesantren Al-Khoirot Putra Malang Jawa Timur (Jatim) Indonesia. Galeri foto Al-Khoirot selengkapnya dapat dilihat di sini.

Pondok Pesantren Putra Al-Khoirot Malang
Pondok Pesantren Putra Al-Khoirot Malang
Pondok Pesantren Putra Al-Khoirot Malang
Pondok Pesantren Putra Al-Khoirot Malang

Rapat Wali Santri Al-Khoirot

landmark pesantren Pesantren Al-Khoirot
landmark pesantren Pesantren Al-Khoirot
Pondok pesantren Al-Khoirot Malang
Pondok pesantren Al-Khoirot Malang

Lihat: Pesantren Putri

Gambar

Rozana Zunaira Syuhud

Fatih Syuhud Logo

Namaku Rozana Zunaira Syuhud. Anak ketiga dari tiga bersaudara. Kakakku tertua bernama Mas Farzan, yang kedua bernama Mbak Kanza. Aku lahir  pada Juli 2014 atau 07 Ramadhan 1435 Hijriah. Sehari-hari aku dipanggil  Zira

Rozana Zunaira Syuhud
Rozana “Zira” Zunaira (tengah) bersama Farzan (kanan) dan Kanza (kiri)

 

Rozana Zunaira "Zira" Syuhud
Rozana Zunaira “Zira” Syuhud
Rozana Zunaira "Zira" Syuhud
Rozana Zunaira “Zira” Syuhud
Rozana Zunaira "Zira" Syuhud
Rozana Zunaira “Zira” Syuhud
Rozana Zunaira "Zira" Syuhud
Rozana Zunaira “Zira” Syuhud
Rozana Zunaira "Zira" Syuhud
Rozana Zunaira “Zira” Syuhud

Rozana Zunaira "Zira" Syuhud

Gambar

Puisi Pemuda

Puisi untuk para Pemuda di Hari Sumpah Pemuda – Hari ini 28 Oktober adalah hari sumpah pemuda. Saya ingat kata-kata Bung Karno yang terkenal: “Berikan aku 10 pemuda. Aku akan sanggung merubah dunia.”

Pemuda yang dimaksud Bung Karno tentu saja bukan pemuda yang pemalas. Jadi pemuda seperti apa yang dimaksud BK? Penafsiran saya, 10 pemuda impian Bung Karno itu kira-kira seperti yang secara tak langsung tertulis dalam puisi yang saya tulis beberapa tahun lalu di bawah ini:

Pemuda Malas

Jangan bersikap tawadhu dan rendah hati
‘bila kerendahhatianmu jadi alasan
untuk mundur dari kompetisi
Jangan pernah ingin mengalah
bila hanya
kamuflase untuk bersembunyi
dari kelemahan jiwamu

Bumi ini gelora api yg berkobar
dan debu yg berserak
mendekatlah pada api spirit
nyalakan hati yg lemah
penuhilah kalbumu dg kemarahan
marah karena malas
marah karena tak pernah dewasa
marah karena lemah hati
marah karena tidak marah
melihat kemajuan
sedang kita selalu dalam kemunduran

Menjauhlah dari debu yg berserak
karena debu tak pernah ciptakan sejarah
karena debu adalah sampah
yg selalu diinjak-injak waktu
Tawadhulah di saat kemenangan
karena saat itu
kau bagai sedang berdiri
di antara gunung dan ngarai
terus naik ke puncak berikutnya
atau meluncur ke ngarai yg terjal

Menangislah di saat kalah
karena air matamu akan jadi saksi
bahwa dirimu tak menghendaki kekalahan itu
bahwa dirimu tak ingin jadi serpihan arang
bahwa dirimu juga memimpikan gelora api kemenangan
bahwa dirimu ingin sekali ‘bertobat’
bertobat untuk tidak lagi berkubang
dalam lumpur kemalasan
dalam genangan perilaku tiada guna
dalam lilitan kelemahan jiwa

Pemuda itu cahaya
dan api yg menyala
yg dapat menerangi kegelapan
asa dan harapan
Pemuda itu pelopor
pembawa obor masa depan
penggerak nurani tua yg gersang

Pemuda itu Enerjik
dinamis
gelisah
selalu bergeliat
tak sabar akan waktu yg lambat
marah pada kondisi stagnan
yg tak berubah
karena perubahan bukti harapan
karena kemajuan tanda kedinamisan
karena kediaman adalah kematian
walau jasad bergerak
walau jantung berdegup
tapi jiwamu mati
dan liang kuburmu
adalah dirimu sendiri

A. Fatih Syuhud
Pondok Pesantren Al Khoirot,
Karangsuko, Malang, Jatim 2004

Gambar

Tak Mau di Kritik, Tak Berhak di Puji

Halle Berry (baca, halei beri) artis peraih Oscar dan tampil seksi di film James Bond ‘Die Another Day’ pada
tahun 2004 mendapat piala Razzie Award. Kalau piala Oscar sebagai tanda apresiasi atas actingnya yg sangat
baik, sebaliknya piala Razzie Award diberikan karena actingya di film ‘Cat Woman’ sangat buruk. Singkatnya,
Halle Berry mendapat penghargaan sebagai pemain terburuk di film itu.

Razzie Award ini sudah berlangsung selama empat tahun, dan patut dicatat Halle Berry adalah bintang Hollywood
pertama yang datang langsung ke tempat pemberian penghargaan. Aktor dan artis sebelumnya tak pernah mau datang ke tempat penghargaan dan cukup memberikan pesan melalui video.

Menarik dicatat adalah kata sambutannya waktu menerima penghargaan sebagai artis terburuk itu. “Saya menerima penghargaan ini dg tulus hati. Saya menganggap ini sebagai kritik bagi saya untuk tampil lebih baik di filem-filem saya berikutnya. Saya masih ingat pesan ibu saya bahwa ‘Kamu tidak berhak dipuji kalau kamu tidak bisa menerima kritikan’.”

Pidato sambutan Halle Berry itu disambut dg tepukan dan standing ovation dari para hadirin. Bukan hanya hadirin yg salut, saya sendiri tercengang dan takjub. Acara yg tadi malam (16/4/05) ditayang ulang di sebuah stasiun tv itu mengingatkan saya pada diri saya sendiri, teman-teman saya, pejabat-pejabat dan bangsa Indonesia umumnya yg sangat sulit menerima kritik secara lapang dada seperti Halle Berry.

Kita memang mesti banyak belajar dan membuka hati untuk menampung kritik. Menerima kritik memang tidak semudah menerima pujian. Tapi, pujian dan apresiasi tak akan pernah datang apabila kita tidak melakukan sesuatu yg berharga yg patut diapresiasi.

Dalam situasi stagnan dan jumud seperti itu, hanya kritik yg akan membuat kita bangkit dan memperbaiki diri. Apabila sudah demikian, pujian dan apresiasi akan datang pada waktunya. Sebaliknya, apabila kita menutup hati dan telinga dari kritik, maka stagnansi, kejumudan dan kenaifan gerak dan pikir akan semakin meningkat dan berlipat ganda. Dan pada saat kita mulai menyadarinya, segalanya sudah terlambat. Dan penyesalan demi penyesalan akan memenuhi rongga hati dan mulut kita.[]